Terapi Ozon

16 Feb

ini adl tulisan gw sekitar 2 taun lalu yg gw kirim ke kompas. . blm terlalu gw apdet. . sekarang gw coba share disini. . .

Lapisan ozon selama ini dikenal sebagai suatu lapisan pelindung bumi terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV), agar tidak membahayakan makhluk hidup di permukaan bumi. Ozon (O3) merupakan bentuk lain dari oksigen (O2) yang memiliki ekstra 1 atom O, sehingga menyebabkan senyawa ini berenergi tinggi. Gas O3 terbentuk ketika gas O2 dilewatkan pada medan listrik bertegangan tinggi (4000-10.000 V) [2].

pembentukan ozon dari oksigen

pembentukan ozon dari oksigen

Ozon adalah salah satu oksidator terkuat (selain Clor dan Flour), dan di beberapa industri di Eropa digunakan sebagai pemurni air (water purification), zat pemutih pakaian (bleaching agent), maupun pembunuh kuman (disinfectant)[1]. Kemudian para ahli mulai berfikir, bila ozon bisa digunakan sebagai pembunuh bakteri dan virus dalam skala industri, apakah sifat itu juga berlaku dalam tubuh manusia ?

Seiring berkembangnya iptek, para ilmuwan berhasil menemukan bahwa gas ozon ternyata bisa digunakan dalam bidang kedokteran, yang kemudian dikenal dengan istilah terapi ozon. Terapi ozon adalah terapi pencegahan dan penyembuhan penyakit mengunakan gas ozon (O3). Ozon yang digunakan adalah Medical Ozone (ozon medis), yaitu campuran 0.05-5% O3 dan 99,95-95% O2 yang berwujud gas.

Ozon ditemukan oleh Christoper Frieddrich Schonbein pada tahun 1840 dan digunakan untuk mencegah dan mengobati luka gangren (sejenis infeksi), tetanus, dan pengobatan lainnya semasa perang dunia pertama. Sejak saat itu, ozon mulai digunakan dalam dunia kedokteran. Di Eropa, terapi ozon sudah berkembang pesat. Bahkan sejak sekitar tahun 1950-an terapi ozon diteliti dapat dipakai untuk mengobati penyakit yang ditakuti dunia saat itu, yaitu kanker. [4]

molekul ozon (ball n stick mode)

molekul ozon (ball n stick mode)


Secara umum ada 2 alternatif metode terapi ozon. Yang pertama adalah Major Autohemotherapy. Pada metode ini dilakukan pengambilan sejumlah darah (kira-kira 50-100cc) kedalam tabung yang berisi Medical Ozone. Setelah bercampur, darah tersebut disuntikkan kembali ke tubuh (didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh).

Metode lainnya adalah Minor Autohemotherapy. Beda dengan sebelumnya, metode ini mengambil darah pasien lebih sedikit (kira-kira 10cc), namun prosesnya berlangsung terus-menerus secara kontinu selama 60-90 menit.

pasien sedang menjalani terapi ozon

pasien sedang menjalani terapi ozon

Efek samping dari terapi ozon ini kemungkinan disebabkan oleh sifat ozon yang merupakan oksidator kuat (powerful oxidator). Ketika diberikan kedalam tubuh ozon tidak hanya bereaksi dengan bakteri dan radikal bebas, namun bereaksi juga dengan sel-sel tubuh lain, seperti cytochrome, ubiquinol, butyryl-CoA, ethanol, dihydrolipoic acid, dan lainnya. Bahkan dalam tingkat sel, O3 dapat bereaksi dengan jaringan lipid pada membran sel.

Pada umumnya pasien akan mengalami beberapa gejala sampingan (side effect) akibat dari menjalani terapi ozon berupa sakit di dada, pernafasan pendek, pusing, dan lain-lain. Karena itu pasien terapi ozon ini seharusnya mengkonsumsi antioxidant selama periode terapi. Fungsi antioksidant sangat penting karena sangat dimungkinkan dokter memberikan dosis ozon yang berlebih, sehingga menciptakan radikal dalam tubuh yang bisa menyebabkan gangguan pada sel tubuh. Antioxidant akan membuat proses terapi ozon ini tetap terkendali (keep the process in check). [1], [3]

Pada manusia sehat, tubuhnya memiliki kadar antioksidant yang cukup, sehingga aktivitas radikal bebas dapat diredam. Namun bila kemudian menjalani terapi ozon, sama saja dengan memberikan radikal baru dari luar.

Jadi, terapi ozon sebaiknya tidak diberikan pada manusia sehat. Karena selain mubazir, badan bukannya menjadi segar, yang didapat adalah gangguan metabolisme.

Yang terpenting adalah pola makan sehat, aktifitas fisik dan istirahat yang cukup, serta hindari rokok dan alkohol. Tambahan asupan suplemen dan vitamin akan sangat berarti bagi kesehatan tubuh. Dan ingat kata pepatah : mencegah lebih baik daripada mengobati.

[1] Consumer Health Articles MEDICAL OZONE THERAPY.htm

[2] Ionic Zone/Ozone Therapy.htm

[3] Antioxidant – Wikipedia, the free encyclopedia.htm

[4] Tabloid Senior / Gaya Hidup Sehat


10 Responses to “Terapi Ozon”

  1. ketut netri November 6, 2013 at 7:49 am #

    Bapak/Ibu sudah buka di google? dulu saya pernah butuh dan cari alamtnya di google. Semoga sukses

  2. Soebekti October 13, 2013 at 11:20 am #

    Saya sangat tertarik dengan berbagai artikel terapi Ozon, karena saya penderita collesterol,bisa minta alamat terapi ozon di kota Jogyakarta..? Terimakasih

  3. sese November 3, 2012 at 8:36 pm #

    please share donk..
    apa bedanya terapi ozon dengan cuci darah?
    Minta alamat klink nya donk?
    ada yg tau g klo rumah sakit malaysia ad yg bisa terapi ozon g?
    please email ya
    sese.elite@yahoo.com
    ato sms 0819614620
    makasih y sista and bro,,

  4. malicemrc July 14, 2011 at 9:53 am #

    salam,

    maaf, saya gabisa kasih info karena bukan orang medis. Mungkin pak Ketut bisa langsung hubungi rumah sakit biar lebih pasti. Saya hanya bisa mendoakan semoga kondisi ayahnya bisa membaik.

    terimakasih,

    ayah saya berumur 75 tahun. menderita tumor pankreas. ingin mencoba terapi Ozon. Apakah terapi ozon baik untuk penyakit ini?
    terima kasih,
    Ketut Netri

  5. Ketut Netri July 12, 2011 at 12:35 pm #

    ayah saya berumur 75 tahun. menderita tumor pankreas. ingin mencoba terapi Ozon. Apakah terapi ozon baik untuk penyakit ini?
    terima kasih,
    Ketut Netri

  6. malicemrc March 29, 2011 at 5:19 pm #

    maaf saya tidak tahu😀

    Saya mau mencoba terapi Ozone karena ada diabetes. Alamat terapi ozonenya dimana ya ?

  7. Rudianto Chandrajaya February 9, 2011 at 8:23 am #

    Saya mau mencoba terapi Ozone karena ada diabetes. Alamat terapi ozonenya dimana ya ?

  8. mien rukmini December 7, 2009 at 3:24 pm #

    apakah terapi ozon baik untuk yang punya hipertensi, stroke dan cholesterol tinggi

  9. malicemrc September 7, 2009 at 9:08 pm #

    hmm mungkin pertanyaan ini seharusnya dijawab oleh praktisi/dokter yang bersangkutan. tapi menurut saya benar, mungkin itu adl salah satu efek samping yg terjadi. . .kalau alasan medisnya, saya tidak tahu. . .ehehehe. . .
    btw smoga sukses pengobatannya, cepat sembuh😀

  10. fitria ramadhani August 20, 2009 at 2:45 pm #

    saya sudah menjalani terapi ozone 4 kali, sehari dlm seminggu selama 10 kali. ini anjuran dari dokter saya untuk pengobatan pra kanker rahim setelah di lakukan tindakan laser. saya merasakan lebih fit , lebih kuat setelah menjalankan terapi ini, sekali pun pada saat proses nya lumayan sakit :D…. tetapi terkadang memang sya suka merasakn jantung saya berdetak lebih kencang dari biasanya, apa kah itu juga yg di sebabkan karna efek samping dari ozon itu sendiri?
    many thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: