Photography Lesson : Awas Petir !!

1 Jan

Jumat, 1 Januari 2010.

Ini adalah salah satu ilmu yang gw dapatkan secara otodidak tentang photography, yaitu perhatikan cuaca saat memotret meskipun Anda sedang DIDALAM ruangan.

Bagaimana ceritanya? Liat foto ini :

Perhatikan anak kecil nomor 1, lingkaran merah (tengah, bawah).

Dia berekspresi ketakutan ky gitu karena beberapa saat sebelumnya, ada kilat beserta suara petir menyambar keraaasssss sekali (menyambar ato menggelegar? whatever, pokonya JELEGER !!). Dari interval waktu antara munculnya kilat dan suaranya itu bisa dikatakan bahwa petir itu sungguh sangat so dekat.

Kontan satu restoran pada kaget dan jadi was-was, tak terkecuali si anak nomor 1 itu. Kebetulan, setelah petir sadis itu muncul, gw yang lagi megang kamera mencoba untuk mengambil gambar suasana ruang makan di restoran ini. Ga ada maksud apa-apa, murni buat dokumentasi pribadi. Langsung aja gw jepret pemandangan seperti gambar diatas.

Beberapa detik sebelum mencet kamera, muncul perasaan ga enak. Kaya ada yang kurang. Tapi karena baru taun baruan, yauda gw cuekin. Gw melanjutkan ngambil foto.

*CEPRET !!*

OMG…

gw…

gw lupa…

gw lupa matiin blitz…


———————

“Petir buatan” yang gw bikin tanpa itungan 1,2,3, cheeseee itu langsung aja menyebabkan kerusuhan.

Si anak nomor 1 langsung teriak sambil tutup mata, “Mamaaaaaaaaaa !!”,

Yang paling heboh bukan dia ato mamanya, melainkan ibu di sebelahnya, alias tante nomer 2 (lingkaran biru).

Tau ga gmn reaksi tante nomer 2 ini ? Dari awalnya kepalanya ngadep ke kiri, tiba-tiba dia berpaling secepat kilat ke kanan bawah (muter 180 derajat lebih!), tampak berusaha nyembunyiin kepalanya kebawah meja, sambil komat-kamit religius hahahahaha.😀

Nah semua pengunjung (kurang lebih yang gw lingkarin) langsung aja ngeliatin gw –yang tertangkap basah lagi megang kamera dengan muka inosen–.

Ruangan itu langsung rame, pada kaget ama blitz dari kamera gw sekaligus ngetawain si tante nomer  2 yang masih komat kamit entah ayat apa hahahahaha😀

Sebelum gw ditimpuk nasi timbel komplit ama seluruh pengunjung, gw pikir kabur adalah solusi terbaik. Tentu saja gw minta maaf dulu (ngangguk seadanya kaya orang Jepang) ama semua pengunjung yang kaget, anak nomor 1, mamanya anak itu, dan si tante religius nomor 2.

Oh iya, si tante nomor 2 MASIH nyumput di bawah meja, jadi ga ngeliat permintaan maap gw.

Hahahahha :))

——————

Sekian dah

Uda taun 2010 harusnya uda bisa mengambil hikmah sendiri dari kejadian ini, khususnya buat yg suka moto-moto. 😛

*Ilmu photography gw yg laen : Vantage Point Photography.

——————

Met Taon Baru 2010 !

GBU

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: