Positive Mental Attitude (part 2)

21 Jan

Pada part 2 ini, gw coba share tentang yang namanya BERPIKIR POSITIF. Bahasa inggrisnya kayakyna lebih keren : POSITIVE THINKING 😀

Yang dimaksud positive thinking adalah melihat sesuatu dari sudut pandang positif.

Perbedaan terbesar yang membedakan seseorang adalah sikapnya.  Sikap seseorang dipengaruhi oleh bagaimana cara pandang dia terhadap sesuatu. Bila belum-belum kita sudah berpikiran negatif terhadap sesuatu, hal itu akan otomatis terbawa ke alam bawah sadar kita, menciptakan mindset yang serba negatif, dan ujung-ujungnya keluar perilaku yang negatif juga dari attitude kita.

*apa ini yang namanya “asas praduga tak bersalah” di pengadilan ?? hehehe

Bagaimana kita memandang suatu masalah, memegang peranan penting akan bagaimana tindakan kita selanjutnya.

Ada teori, 88% dari alam bawah sadar kita akan mempengaruhi tindakan kita. 12% dari alam sadar. (teorinya Uya Kuya ? hahahaha).

Arti dari ‘alam bawah sadar’ adlah bila kita melakukannya tanpa perlu berpikir lagi. Contohnya, ketika kita berbicara, kaget, tidur, mimpi, ngigau, refleks, dll.

———-

Ada 1 area dlm pikiran kita yang dinamakan critical area. Daerah ini terletak diantara ‘alam sadar’ dan ‘alam bawah sadar’.

Jadi logikanya, kalo ada stimulus dari luar, dia masuk ke ‘alam sadar’ terlebih dahulu, ‘critical area’, baru ‘alam bawah sadar’.

Critical area ini bernilai nol (tidak berpengaruh) bila kita dalam keadaan :

  • ngantuk
  • tidur
  • letih
  • sangat bahagia

Dalam keadaan seperti itu (critical area nol), stimulus akan langsung masuk ke alam bawah sadar tanpa kita sadari.

Aplikasinya sih, kalo kita belajar sesuatu pada saat critical area nol, materi tersebut akan langsung masuk alam bawah sadar, dan kemungkinan kita mengingat materi tersebut adalah sangat besar sekali, bahkan cenderung OTOMATIS karena kita seolah tidak sadar bahwa kita sudah hafal.

Jadi kalo mw belajar, mending pada saat-saat seperti diatas. Akan lebih mudah masuk dan diingat (menurut teori tadi).

😀

—————–

Mengenai ‘alam sadar’/pikiran, ada yang namanya mekanisme self-fulfilling prophecy.

Definisinya adalah ramalah yang terpenuhi sendiri, berdasarkan keyakinan.

Self-fulfilling prophecy terdiri dari 3 bagian :

  1. ekspektasi/harapan. Untuk mencapai harapan itu, kita harus punya
  2. new behaviour. Maksudnya adl, gara2 ada harapan, kita bertindak dari yg awalnya tidak ingin bertindak utk mencapai hasil terhadap harapan tersebut.
  3. hasil yang tercapai adl bentuk pemenuhan dari tindakan kita. Ini sekaligus menegaskan (reinforcement) akan harapan kita di awal.

Contoh :

Gw adlah mahasiswa paling ganteng dan pintar di kampus (contoh ato fakta ? :P). Tiba-tiba di parkiran gw ketemu cewe cakep yang merupakan kecengan gw. Karena belum kenal, maka muncul harapan untuk kenalan ama dia. Berjalanlah gw kearah kecengan gw, berusaha menghampiri buat kenalan (new behaviour). Tapi gw sekaligus berfikir, dia mau ga ya kenalan ama gw? mana denger dari temen2nya kl dia tuh termasuk cewe jutek … kalo pas gw ngulurin tangan mau kenalan tapi dicuekin ama dia, mau ditaro dmn muke gw?? ah, mending gausah deh.. .jadinya gw cuekin deh, lewat jaaaa nyantei. maka hasilnya adalah gajadi kenalan, dan image cewe itu tetep jutek selamanya di mata gw. Dan gw pun menegaskan ke temen2 gw, tuh kan bener tuh kecengan gw orangnya jutek abis…untung gw gajadi ngajak kenalan…..

Oke kira2 ky gt contohnya.

😀

Dari contoh diatas, akan lebih mudah mengerti tentang pembagian self-fulfilling prophecy berikut :

  1. internal : bila kita menganggap diri kita tidak menarik/merendahkan diri kita duluan.
  2. eksternal : ada informasi dari luar tentang orang lain (mungkin seperti contoh diatas).

Intinya adlah, semua bentuk pe-negasi-an yang muncul (baik dari internal ato eksternal) tidak akan terjadi BILA kita tetap positive thinking.

*negasi : berfikir sebaliknya.

————–

2 Responses to “Positive Mental Attitude (part 2)”

  1. malicemrc December 19, 2011 at 12:10 pm #

    terimakasih infonya, rahman😀

    Kk, Self-fulfilling prophecies artinya bukanya harapan atau penilaian terhadap diri kita, yang kita bawa melalui tindakan kita sendiri. jadi, penilaian orang …

  2. rahman December 2, 2011 at 12:30 pm #

    Kk, Self-fulfilling prophecies artinya bukanya harapan atau penilaian terhadap diri kita, yang kita bawa melalui tindakan kita sendiri.

    jadi, penilaian orang lain terhadap diri kita, atas tindakan/perbuatan kita.

    betul nga ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: