Hang Out : Roemah Kopi

19 Dec

Sabtu, 11 Desember 2010.

Sore itu, Bandung memang lagi dingin-dinginnya. Dalam situasi demikian,  pertanyaan yang muncul adalah, “Sore-sore gini, enaknya kemana ya ?“. Jawaban yang tepat adalah…ngopi.

Karena itulah gw langsung pergi menuju Roemah Kopi, yang beralamat di Jl. Terusan Ranca Kendal 9, Dago Atas, Bandung. Tadinya mau ke Ng*pi D*loe ato St*rb*cks, tapi untuk suasana yang lebih tenang, rileks dan menyatu dengan alam, 2 pilihan trakhir ini gw abaikan.

Roemah Kopi

Setelah melihat daftar menunya dan bingung selama beberapa menit, akhirnya pilihan jatuh pada Cellebration (Rp 29.000).

Cellebration

Definisinya adalah “Espresso with rum & vanilla ice cream“. Begitu pesanannya datang -ato liat fotonya- pasti langsung bertanya-tanya, dimana vanilla ice creamnya ? Ternyata, dia tenggelam di dalam espressonya. Gw pikir, ice cream itu selalu muncul ke permukaan, misalnya dalam minuman juice. Tapi kenapa kalo dengan kopi, dia tenggelam ? Hmmm…Berikut analisis gw *Galileo Galilei mode ON* :

Kayaknya, massa jenis juice lebih besar daripada espresso, mangkanya ice cream -dengan asumsi massa jenisnya sama dalam 2 percobaan ini-, akan mengambang di juice, dan tenggelam di espresso. Bener ga sih ? Tadinya gw mau langsung tanya ke petugas yang nganter minuman ini, cuma dia udah keburu pergi, takut ditanya kayanya. Hadeuh.

Btw, kenapa jadi ilmiah gini sih ? Gw juga bingung sebenernya.

Lanjuuuut.

Minuman berikutnya adalah Smooth Escape (Rp 17.000).

Smooth Escape

Definisinya adalah “Grape juice blend with vanilla ice cream“. Aneh juga sih gw, udah jauh-jauh ke Dago Atas, ke Roemah Kopi, tapi mesennya malah juice anggur juga. Ga tepat sasaran. Hehee. Tapi ga masalah sih, sebenernya kan emang gw kesini buat ngincer vanilla ice creamnya (lho?!).

Ngomong-ngomong, begitu menu ini datang, gw langsung berkesimpulan : tuh kan, analisis gw betul. Kalo di juice, ice cream vanillanya bakal muncul di atas, bukan tenggelam seperti di espresso. Artinya, massa jenis espresso lebih kecil daripada massa jenis juice. Haduhhaduh. Kenapa otak gw sempet-sempetnya mikir kayak gini..

Tapi kalo dipikir-pikir, dengan contoh-contoh dan pengalaman yang nyata dan sederhana seperti inilah, metode pembelajaran IPA di sekolah-sekolah akan lebih mudah diresapi oleh para siswa. Yaah, semoga Mentri Pendidikan dan Dinas Pendidikan, atau Forum Dosen ato Forum Guru IPA se-Indonesia bisa baca postingan gw ini. Dengan begitu, mereka bisa mensosialisasikan kurikulum ‘juice vs kopi’ ini ke mata pelajaran IPA di Indonesia. Buset, gw udah ngelantur banget…

Jadi, waktunya cerita sedikit tentang Roemah Kopi. Secara umum, i love this momment. Kalo boleh menyebut merk, Ng*pi D*loe dan St*rb*cks memang terkesan lebih gengsi dan high class. Tapi kalo yang dicari adalah ketenangan, udara yang segar, dan suasana yang jauh dari kebisingan perkotaan, well, Roemah Kopi is totally recommended.

———

Sekian,

GBU

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: