Cerita tentang suatu kejadian parkir di K*ntucky FC dan K*mpung D*un

29 Dec

Berikut 1 cerita tentang perbandingan 2 kejadian parkir di Kentucky FC dan Kampung Daun.

Senin, 24 Desember 2012, malam

Pengendara motor menyerahkan Rp 2000 kepada petugas parkir di Kentucky FC yang membantu pengendara untuk mengeluarkan motornya dari tempat parkirnya.

Berapa lama kemudian, petugas parkir berkata, “Ini kembaliannya,” sambil menyerahkan Rp 1000 kepada pengendara motor yang sudah akan tancap gas keluar dari Kentucky FC.

Agak kaget karena kalo udah ngasih Rp 2000 biasanya ga dikembaliin sama tukang parkir, pengendara berkata, “Oh, terimakasih pak,”

“Sama-sama,” petugas parkir menyahut.

Kesan positif kepada Kentucky FC sangat membekas kepada pengendara motor.

~~~

Kamis, 27 Desember 2012, malam.

Percakapan antara seorang ibu pengendara mobil dan ‘petugas parkir’ ketika akan pulang dari Kampung Daun, Culture Gallery & Cafe, Jl. Sersan Bajuri km 4,7 No. 88 – RR1. PO. Box 1657 Bandung 40154, Indonesia. 

Sambil menyerahkan 1 lembar karcis parkir beserta 1 lembar uang Rp 2000 kepada ‘PP’ yang tiba2 muncul di belakang mobil 

Ibu Pengendara Mobil (IPM): “Ini bayarnya disini ?” (menyodorkan uang Rp 2000 beserta karcis yang didapat di loket di depan)

‘Petugas Parkir’ (‘PP’): “Iya, trimakasih” (mengambil HANYA uang Rp 2000 nya)

IPM: “Ini karcisnya ga diambil ?”

‘PP’ : “Di depan aja bu,”

Setelah sampai di loket karcis,

Petugas Loket (PL): “2000 rupiah bu,”

IPM: “Tadi saya udah bayar di dalem,”

PL: “Oh itu beda bu,”

IPM: “Loh jadi tadi apa donk yang saya bayar ?”

PL:  (sambil cengengesan) “Yaah, itu tip bu”

IPM: “Jadi saya bayar 2000 lagi nih ?”

PL: “Iya..”

IPM: (sambil bayar LAGI Rp 2000) “Itu sih bukan tip namanya, tapi Tipuan.”

PL: (terdiam) “……”

Meskipun makanannya enak, tapi kesan positif pengendara mobil terhadap Kampung Daun HILANG hanya karena uang sebesar Rp 2000.

~~~

Fakta.

~ Di karcis tertulis bahwa biaya resmi parkir sebesar Rp. 2000

~ Mengutip 1 kalimat dari Wikipedia: “Pungutan liar atau pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut.” (sumber)

~ Mengutip 1 kalimat dari detikNews.com: “Sungguh saya tidak masalah dengan Rp 5.000-nya tapi itu kan pungli!” (artikel “Pungli Rp 1,2 T di KUA – Ini Jeritan Pengalaman ‘Ditodong’ Petugas KUA Saat Urus Surat Nikah“)

Kesimpulan general dan objektif. 

~ Pelayanan parkir adalah tempat dimana kesan terakhir konsumen tercipta.

~Bila pelayanan di dalam SANGAT BURUK tapi pelayanan parkirnya LUAR BIASA, there’s a chance konsumen masih punya kesan yang BAIK. (cth testmoni:  “Kacau banget sih tempat barusan, makanannya ga enak, datengnya lama, mahal pula, tapi pelayanan parkirnya oke banget, mantap

~Sebaliknya, bila pelayanan di dalam BAIK tapi pelayanan parkirnya BURUK, kesan BURUK  itulah yang akan membekas di konsumen. (cth testimoni: Yaah, tempat makan sekelas bintang lima gini kok pelayanan parkirnya mengecewakan)

~~~

Pilih mana ?

One Response to “Cerita tentang suatu kejadian parkir di K*ntucky FC dan K*mpung D*un”

  1. winnymarch May 22, 2013 at 9:35 am #

    ngeri jg yah klo ada kjdian gitu pasti tdk menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: